kampanye pengelolaan sampah melalui 3R
buanglah sampah pada tempatnya
Islamic, Creative, Innovative
Islamic, Creative, Innovative
Siswa memiliki dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Sekolah kami memiliki Tenaga Pengajar yang kompeten pada bidangnya dan merupakan lulusan terbaik dari kampus-kampus terakreditasi
Selain jadwal dan kurikulum yang sudah ditentukan, sekolah kami juga menyediakan kelas dan jadwal untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.
SD Islam Asysyakirin adalah salah satu Sekolah Dasar Islam yang termasuk SD tertua dan berpengalaman dengan fasilitas yang cukup memadai serta kegiatan pengembangan diri siswa
kegiatan non-pelajaran formal yang ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik
Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman …
Pelajari Lebih Lanjut
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara(Indonesia). Seni bela diri ini secara …
Pelajari Lebih Lanjut
Marawis adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur …
Pelajari Lebih Lanjut
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang …
Pelajari Lebih LanjutSD Islam Asysyakirin sudah sering mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai sekolah yang mempunyai fasilitas lengkap dan tenaga pengajar yang kompeten baik di level nasional. Begitupun dengan prestasi peserta didik yang tak kalah gemilang.
Tentu Sangat Banyak Alasan Kenapa Anda Harus Memilih SD Islam Asysyakirin Sebagai Sekolah Pilihan Bagi Putra Putri Anda Untuk Melanjutkan Pendidikan, Berikut Diantaranya :
Kami Mendorong Agar Guru Dan Siswa Untuk Berkolaborasi Menciptakan Inovasi Baru Yang Berguna Bagi Masyakat Melalui Program Binakarya.
SD Islam Asysyakirin Berkomitmen Untuk Mendidikan Peserta Didik Memiliki Akhlaqul Karimah.
Lulusan SD Islam Asysyakirin Sudah Tersebar Diseluruh Indonesia Dan Diluar Negeri, Kami Selalu Berkomunikasi Dan Memberikan Kontribusi Agar Kita Lebih …
buanglah sampah pada tempatnya

Mari kawan-kawan kita hemat energi
matikan peralatan listrik yang tidak digunakan









Menyusul akan adanya sistem E Rapot yang akan diterapkan dalam waktu dekat ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia minta seluruh tenaga pengajar melek teknologi.
Menurut Masyati, ancaman besar dunia pendidikan disebabkan karena rendahnya inovasi yang dilakukan oleh tenaga pengajar. Walhasil, potensi ketertinggalan akan perkembangan teknologi akan berlangsung jika dibiarkan.
“Saya lihat guru disini didominasi para guru muda, jadi mudah-mudahan tidak ada lagi guru yang masih kesulitan mengoperasikan laptop atau komputer,” terangnya, Kamis (29/8/2019) di SMPN 25 Kota Tangerang.
Masyati menuturkan, mulai tahun ajaran 2019/2020, pihaknya berencana menerapkan E-Rapor untuk tingkat SMP Negeri di Kota Tangerang. Ia pun optimis seluruh tenaga pengajar dapat mengoprasikan aplikasi tersebut. Nantinya, E-Rapor bukan hanya akan diterapkan di SMP Negeri, tetapi juga swasta.
“Ibu dan bapak guru sekalian nantinya akan mengisi aplikasi rapor tersebut. Jadi jika saat ini masih kesulitan, segera belajar lagi. Dinas pendidikan banyak melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi di Tangerang. Jangan sampai dikalahkan oleh teknologi,” tambah mantan Kepala Dinas Sosial ini.
Ia berharap, dengan kemajuan teknologi dapat menjadikan guru semakin mudah dalam melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tidak meninggalkan tujuan utama dari pendidikan itu sendiri.
“Perkembangan zaman itu pasti, begitu juga kemajuan teknologi. Jadi bapak dan ibu guru sekalian juga harus cepat mengejar kemajuan tersebut untuk dapat berinovasi dalan kegiatan pembelajaran,” singkatnya.
Kepala SMP Negeri 11 Kota Tangerang Marwan menegaskan, pihaknya juga terus berupaya untuk mengajak para guru meningkatkan kompetensinya.
“Upaya tersebut bukan lain hanya untuk kemajuan pendidikan dalam mencerdaskan anak bangsa, khusunya anak-anak di Kota Tangerang,” tegasnya.
Bahkan ia secara khusus mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan yang secara kontinyu melakukan roadshow ke setiap sekolah untuk melakukan pembinaan.
“Kemajuan teknologi akan menjadi momok bagi mereka yang tidak mau berinovasi. Insyaallah guru di SMPN 11 dan 25 akan terus berinovasi guna kepentingan kita semua,” tukasnya.
Seorang anak banyak belajar lewat tantangan-tantangan yang dihadapinya setiap hari.
Tapi, sudah tahukah bahwa perkembangan kepribadian anak berhenti ketika anak menginjak usia 12 tahun?
Artinya, orangtua perlu memberikan dukungan penuh dalam membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang unggul.
“SD ( Sekolah Dasar) adalah masa penting karena di situ puncak anak belajar untuk mengembangkan kepribadian.”
“Perkembangan tahapan kepribadian anak selesai setelah 12 tahun. Kepribadian bisa berubah, tapi lebih sulit,” ujar Psikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum M.Psi. MHPEd seperti dikutip dari media kompas.
Rosdiana menjelaskan tahapan perkembangan kepribadian anak sejak usia balita. Pada usia 1 hingga 3 tahun, anak harus lebih mandiri dan sebisa mungkin mengerjakan banyak hal sendiri.
Memasuki usia 4 hingga 5 tahun, anak sudah harus bisa memilih dan berkonsekuensi.
“Misal dia bilang mau ayam goreng ya dia harus makan. Enggak boleh begitu disediakan ayam dia tidak mau, lalu maunya nasi goreng. Itu enggak boleh,” kata dia.
Memasuki usia SD, seorang anak idealnya bisa berprestasi. Tak harus dibidang akademis, anak bisa memilih bidang apapun yang diminatinya. Anak juga harus mulai bisa menerima risiko.
Ketika anak bisa mencetak prestasi, sekecil apapun prestasi itu akan membuat anak merasa dirinya berharga.
Situasi itu jika terjadi terus-menerus akan menumbuhkan kepercayaan diri anak, bahwa dirinya bisa mengerjakan banyak hal sendiri.
Ketika seorang anak sudah merasa percaya diri, keyakinan tersebut akan terbawa hingga ia dewasa. Hal ini juga berlaku pada kepribadian lainnya.
Rosdiana mengatakan, kepribadian bisa berubah setelah usia 12 tahun, namun cenderung lebih sulit.
“Dengan dia merasa mampu, dia tahu kelebihan dirinya di mana dan kekurangannya di mana. Ini dasar kepercayaan dirinya bahwa dia bisa melakukan sesuatu,” kata Rosdiana.
Lulusan SD Islam Asysyakirin Sudah Tersebar Diseluruh Indonesia Dan Diluar Negeri, Kami Selalu Berkomunikasi Dan Memberikan Kontribusi Agar Kita Lebih Baik.
SD Islam Asysyakirin Berkomitmen Untuk Mendidikan Peserta Didik Memiliki Akhlaqul Karimah.
Kami Melakukan Update Kurikulum Sesuai Dengan Kebutuhan Dengan Yang Diharapkan.
Silakan Ketikkan Kata Kunci Yang Ingin Anda Cari