siswa bermain

Masa Sekolah Dasar, Puncak Pengembangan Kepribadian Anak

Seorang anak banyak belajar lewat tantangan-tantangan yang dihadapinya setiap hari.

Tapi, sudah tahukah bahwa perkembangan kepribadian anak berhenti ketika anak menginjak usia 12 tahun?

Artinya, orangtua perlu memberikan dukungan penuh dalam membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang unggul.

“SD ( Sekolah Dasar) adalah masa penting karena di situ puncak anak belajar untuk mengembangkan kepribadian.”

“Perkembangan tahapan kepribadian anak selesai setelah 12 tahun. Kepribadian bisa berubah, tapi lebih sulit,” ujar Psikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum M.Psi. MHPEd seperti dikutip dari media kompas.

Rosdiana menjelaskan tahapan perkembangan kepribadian anak sejak usia balita. Pada usia 1 hingga 3 tahun, anak harus lebih mandiri dan sebisa mungkin mengerjakan banyak hal sendiri.

Memasuki usia 4 hingga 5 tahun, anak sudah harus bisa memilih dan berkonsekuensi.

“Misal dia bilang mau ayam goreng ya dia harus makan. Enggak boleh begitu disediakan ayam dia tidak mau, lalu maunya nasi goreng. Itu enggak boleh,” kata dia.

Memasuki usia SD, seorang anak idealnya bisa berprestasi. Tak harus dibidang akademis, anak bisa memilih bidang apapun yang diminatinya. Anak juga harus mulai bisa menerima risiko.

Ketika anak bisa mencetak prestasi, sekecil apapun prestasi itu akan membuat anak merasa dirinya berharga.

Situasi itu jika terjadi terus-menerus akan menumbuhkan kepercayaan diri anak, bahwa dirinya bisa mengerjakan banyak hal sendiri.

Ketika seorang anak sudah merasa percaya diri, keyakinan tersebut akan terbawa hingga ia dewasa. Hal ini juga berlaku pada kepribadian lainnya.

Rosdiana mengatakan, kepribadian bisa berubah setelah usia 12 tahun, namun cenderung lebih sulit.

“Dengan dia merasa mampu, dia tahu kelebihan dirinya di mana dan kekurangannya di mana. Ini dasar kepercayaan dirinya bahwa dia bisa melakukan sesuatu,” kata Rosdiana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *